Senin, 05 Desember 2011

—PENDEKATAN PSIKOLOGI
—DOSEN PENGAMPU : ITRYAH, S.PSI., MA
 
—Pendekatan Ilmu Psikologi (Sistem Psikologi Abad 20)
—Psikologi fungsionalisme
—Merupakan suatu sikap yang menghargai manfaat penelitian psikologi, dibandingkan suatu sistem. Psikologi fungsionalisme memiliki penekanan yang jelas yaitu menerapkan psikologi bagi perbaikan individual dan sosial.
—Pengujian mental dan studi tentang kapasitas manusia menjadi bidang penelitian penting dikalangan para fungsionalis dengan tokohnya ; Cattell, Thorndike, dan woodworth.

—CATTELL
—James Mckeen Cattell tertarik dengan eksperimennya tentang waktu reaksi dan mempelajari perbedaan individual dalam waktu reaksi . perbedaan individual bersifat fungsional, baik dari sisi teoritis maupun penerapan. Cattell tertarik dengan pengukuran kapasitas manusia yang dipandangannya dalam artian evolusioner. Dukungannya terhadap penerapan statistik dan pengujian memperkuat spesialisasi terapan dalam psikologi.

—Edward Lee Thorndike : seorang behaviorsme. Karyanya tentang pembelajaran hewan mencerminkan klasifikasi yang tepat dari semangat fungsional psikologi. Menggambarkan intelegensi melalui pendekatan yang agak elementaristik dengan menekankan bahwa intelegensi terdiri dari sejumlah kemampuan.

—Robert S Woodword :psikologi dinamis, ia mempfokuskan pada motivasi individual dan korelasi fisiologis yang mendasarinya sebagai suatu hak penting bagi adaptasi.
—Ia menggunakan istilah mekanisme; untuk menggambarkan tindakan psikologis berupa adaptasi. Mekanisme ditimbulakan oleh dorongan baik yang bersumber dari internal maupun eksternal, seluruh rangkaian aktivitas psikologis menjadi logis dan utuh karena adanya rasa akan tujuan pada individu.

—Psikologi gestalt
—Fokus interaksi manusia dengan lingkungan. Disebut dengan lapangan perseptual.karakteristik utama perseptual yaitu organisasi yang memiliki kecenderungan alami untuk distrukturkan sebagai figur dan latar , dengan  demikian melihat tampilan dominan dari bentuk dan wujud latar belakang dalam lapangan perseptual adalah aktivitas internal spontan, bukan suatu keterampilan yang

—figur yang baik adalah yang lengkap, cenderung pada simetris, keseimbangan dan proporsi.contoh ; lingkungan yang utuh    

—Psikoanalisis
—Gerakan psikoanalisis memperkenalkan studi tentang proses ketidaksadaran yang mempengaruhi aktivitas manusia. Psikoanalitik menekankan tujuan keseimbangan homeostatik energi-energi ketidaksadaran dalam kepribadian.


—Pendirinya Sigmund freud ; menggunakan kekuatan observasinya yang cermat untuk menyusun berbagai pendekatan yang bersifat terapi yang sangat dibutuhkan, kemudian memperluas formulasinya ke teori psikodinamika perkembangan kepribadian  yang bergantung pada berkurangnya ketegangan
—Ada 3 struktur kepribadian menurut sigmund freud :
—id, ego dan super ego. Yang diyakininya terbentuk secara mendasar pada usia tujuh tahun
—ID
—Id, adalah libido murni atau energi psikis yang bersifat irrasional dan berkarakter seksual, yang secara instingtual menentukan proses-proses  tanpa sadar, tidak memiliki kontak dengan lingkungan, tetapi berhubungan dengan struktur kepribadian lainnya, yang pada akhirnya harus memediasi antara insting id dan dunia luar. Id dituntut dengan prinsip kenikmatan, berusaha memuaskan kebutuhan libidinal instingtual baik secara langsung melalui pengalaman seksual.
—EGO
—Ego, adalah pengatur kepribadian. Menyalurkan energi id ke saluran yang dapat diterima secara sosial, berkembang usia 2 tahun ketika anak saat pertama menghadapi lingkungan. Diatur oleh prinsip realitas, sadar tuntutan lingkungan dan menyesuaikan perilaku.
—SUPEREGO
—Superego; tanggung jawab eksternal, penanaman standar moral, yang diterima ego, dari suatu agen otoritas lingkungan
—
Behaviorisme
—Studi tentang kesadaran, yang berasal dari jerman dan fokus utama pada perilaku diawali oleh JB Watson. Pavlov yang menyempurnakan reduksi peristiwa psikologis menjadi proses behavioral dan fisiologis dalam teori pengkodisian yang komprehensif.


PS-1132: pendekatan ilmu psikologi





žPERSENTIL
žPRESENTIL
žPersentil pertama adalah suatu titik dalam distribusi yang menjadi batas satu persen dari frekuensi yang terbawah.
žPersentil kedua adalah suatu titik yang membatasi dua persen frekuensi yang terbawah  dalam distribusi
žDemikian seterusnya
žCont
žPersentil yang kesembilan puluh sembilan adalah suatu titik  yang membatasi  99%  frekuensi  sebelah bawah  distribusi  dari  1% frekuensi sebelah atas  distribusi
žDalam suatu distribusi ada 99 persentil, disingkat P1, P2, P3, …P97, P98, P99
žDengan demikian persentil membagi distribusi menjadi 100 bagian yang sama banyak frekuensinya.
žCara menghitung persentil
žRumus untuk persentil adalah sebagai berikut :
žPn =  Bb +   { n/100. N - cfb  }       i
                             fd
žDimana Pn  adalah persentil yang ke –n, dan simbol-simbol lainnya mempunyai arti sama dengan apa yang sudah kita ketahui, jadi persentil yang ke-37 misalnya, memiliki rumus :
žCont
žP37 =  Bb +   { 37/100. N - cfb  }       i
                             fd
Dengan   nilai-nilai Bb, cfb ,  fd , i dan N harus diambil dari distribusi yang dikerjakan
Kalau P25  bagaaimana rumusnya?
ž
žTugas :
žBuatlah rumus persentil untuk  :
a.P 30
b.P40
c.P50
d.P60
e.P70
f.P80
g.P90
h.P99
●
žContoh
žCont 
žP 35 =  Bb +   { 35/100 - cfb  }       i
                                 fd

           = 99,5 + {35/100. 60 – 20}. 10
                                    10
           =  99,5 + {21-20).10
                                10
           =  99,5 + 1
           =  100,5
 
     
žTugas
žCarilah :
a.P45
b.P50
c.P65
d.P75
e.P85
f.P95
g.P99
ž
žJenjang Persentil
žJenjang menurut persentil atau singkatnya jenjang persentil, dalam literatur statistik dikenal dengan nama Percentile Rank.  
žJenjang persentil diberi simbol JP
žDalam kehidupan sehari-hari kita biasa memberi jenjang  nomor satu pada orang yang mendapat angka tertinggi berikutnya kita beri jenjang nomor dua
žCont
žDan selanjutnya
žJadi misalnya kalau angka tertinggi dalam suatu ujian adalah 10, mereka  yang mendapat nilai 10 kita beri jenjang nomor satu, mereka yang mendapat nilai 9 pada jenjang nomor dua dan seterusnya. Mereka yang mendapat nilai 0 mendapat jenjang nomor 11.
žCara memberi jenjang semacam ini adalah cara memberi jenjang menurut angka (numerical rank)
žTabel untuk  ilustrasi cara-cara memberi jenjang menurut  Angka dan jenjang menurut persentil dari distribusi 11 nilai
žPerbedaan Jenjang Angka dan Persentil 
žKESIMPULAN
žPersentil adalah suatu titik, suatu nilai yang dapat dicari dalam kolom nilai
žJenjang persentil adalah suatu jarak, yang dapat ditemukan dalam frekuensi kumulatif yang sudah disalin dalam satuan persen
ž
}DESIL
}Definisi :
}Desil pertama adalah suatu titik yang membatasi 10% frekuensi yang terbawah dalam distribusi
}Desil ketiga adalah suatu titik yang membatasi 30% frekuensi yang terbawah dalam distribusi
}Desil kedelapan adalah suatu titik yang membatasi 80% frekuensi yang terbawah dalam distribusi
}Ada 9, yaitu D1, D2, D3, D4, D5, D6. D7, D8, dan D9
}
}Rumus-rumus Desil
}D1 =  Bb +   1/10 N - cfb         i
                             fd
}D5 =  K2  = Mdn
 
}D6 =  Bb +   6/10 N - cfb         i
                             fd
}D9 =  Bb +   9/10 N - cfb         i
                             fd
}
}CONTOH
}Cara menghitung
}1/10x40 = 4
}D1 =  Bb +   1/10 N - cfb         i
                             fd
       =   164,5 + {1/10. 40 -3} . 5
                                 1
       =   164,5 + 5
       =   169,5
                                   
}
}Cont
}D2 = Bb +   {2/10 N - cfb    }     i
                             fd
}     = 174,5 + {2/10.40 – 7} . 5
}                                6
}     =  174,5 + {8-7}.5
}                          6
}     =  174,5 + 0,833
}     =   175, 33
}
}Tugas
}Lanjutkan mencari
}D3
}D4
}D5
}D6
}D7
}D8
}D9
}